Keyword Stuffing

keyword stuffing

Keyword memang menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan SEO. Namun masih banyak yang salah dan kurang tepat pemanfaatannya seperti keyword stuffing.

Praktek satu ini bukannya bagus untuk SEO justru bisa memberikan dampak negatif. Apalagi untuk jangka panjang, karena pasti peringkat yang Anda dapatkan tidak akan bertahan lama.

Supaya Anda bisa lebih paham dan mengetahui mengapa teknik ini harus Anda hindari, silakan baca terus informasi singkatnya berikut ini:

Apa Itu Keyword Stuffing?

Keyword Stuffing merupakan praktik memasukan keyword atau angka di webpage untuk memanipulasi hasil ranking di SERP. Biasanya kata kunci tersebut terkumpul jadi satu tanpa ada konteks apapun.

Isinya bisa berupa nomor telepon, kata kunci, long tail keyword, atau nama kota yang menjadi target ranking. Penempatannya pun sembarangan bisa di mana saja, meta tag, isi artikel, sehingga artikel tidak enak dibaca.

Baca juga : Domain Authority

Mengapa Keyword Stuffing Harus Dihindari?

Sekarang sudah banyak Jasa SEO profesional yang meninggalkan teknik spamdexing ini. Alasannya tentu saja karena cara ini memiliki banyak dampak negatif untuk SEO terlebih setelah algoritma Google update.

Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda harus menghindari cara SEO jadul satu ini:

1. User Experience Jelek

Sekarang mari bayangkan bagaimana perasaan Anda saat mencari sesuatu namun ternyata website yang Anda buka isinya tidak jelas. Hanya kumpulan kata kunci dari awal sampai akhir.

Niatnya mencari solusi namun yang Anda dapatkan hanya sampah. Tentu saja pengalaman seperti ini akan membekas buruk. Anda pasti kapok mengunjungi website seperti itu.

Nah itulah yang para user rasakan saat menemukan website yang spamming Keyword Stuffing ini. Reputasi website Anda di mata user akan menurun, yang ada malah kesal dan traffic otomatis menurun.

2. Kata Kunci Tidak Akan Efektif

SEO yang seharusnya mengoptimalkan penggunaan keyword, tidak akan bisa berhasil dengan teknik ini. Karena meski semua kata kunci termasuk buying keyword masuk, Google tidak akan peduli.

Sebab konten yang Anda buat tidak memenuhi kriteria lain seperti keyword intent dan sebagainya. Apalagi setelah update, Google lebih fokus ke konten berkualitas yang bisa menjadi solusi bagi user.

Jadi meski ada banyak Keyword Stuffing di dalam website Anda, belum tentu hal tersebut efektif dan berhasil. Itulah mengapa cara spamdexing satu ini sudah ditinggalkan banyak praktisi.

3. Berisiko Banned dan Dihapus Google

Alasan yang paling penting untuk Anda menghindari cara manipulatif ini tentu saja risiko banned dari Google. Bahkan Google tidak akan segan untuk menghapus website Anda dari peredaran.

Hal ini karena teknik seperti spamming keyword ini berlawanan dengan kebijakan terbaru Google. Dimana, kebijakan tersebut mengutamakan informasi yang jelas dan bermanfaat bagi pengguna.

Jadi daripada mengambil risiko, cara Black Hat SEO ini harus Anda tinggalkan. Jangan sampai, website bisnis atau website pribadi Anda hilang hanya gara-gara teknik satu ini.

Cara Menghindari Keyword Stuffing

Setelah tahu bahaya dan dampak dari teknik ini, Anda harus tahu juga cara menghindarinya. Karena terkadang Anda tidak sadar melakukan hal yang ternyata masuk dalam kategori spamming ini, berikut beberapa caranya

1. Gunakan Kata Kunci Dengan Tepat

Cara pertama ini menjadi yang paling penting, karena Anda harus bisa memanfaatkan keyword dengan tepat dan benar. Tidak langsung menempatkan kata kunci di mana saja.

Contoh yang paling mudah misalnya, menentukan letak kata kunci untuk Anda letakan. Biasanya pada paragraf awal, heading dan sub heading, dan juga penutup.

Kemudian agar lebih bervariasi, Anda bisa menggunakan sinonim atau LSI dari kata kunci utama tersebut. Usahakan juga tidak berdekatan atau beriringan dalam satu paragraf atau kalimat.

Jadi Anda bisa menyebar kata kunci tersebut di dalam artikel secara natural, konteksnya jelas dan menyatu dengan tujuan kalimat. Sehingga kata kunci yang Anda masukan tidak akan terdeteksi sebagai spam.

2. Fokus ke Kualitas Konten

Jika Anda berfokus hanya ke kata kunci, secara tidak sadar dalam konten Anda akan penuh dengan kata kunci yang terus berulang. Untuk itu, Anda harus ganti fokus ke kualitas konten terlebih dahulu.

Bisa Anda mulai dari mengukur keyword density atau jumlah kata kunci dalam artikel. Biasanya rasionya sekitar beberapa persen saja dari total jumlah kata konten Anda.

Selain itu, fokus juga ke keyword intent dan informasi yang Anda berikan. Apakah sudah jelas atau belum dan bisakah menjawab pertanyaan dari orang yang mencari.

Jika semua itu sudah Anda lakukan, sudah pasti keyword stuffing ini bisa Anda hindari.

3. Gunakan Bahasa Ringkas dan Jelas

Supaya konten semakin bagus dan berkualitas, Anda bisa gunakan bahasa yang jelas dan ringkas. Tidak perlu bertele-tele, langsung berikan informasi yang dicari dengan singkat.

Sehingga pengunjung yang datang akan puas dan selalu menjadikan website Anda sebagai referensi.

Itulah tadi sedikit informasi mengenai keyword stuffing dan sejumlah dampak negatifnya untuk website Anda. Semoga dapat bermanfaat dan membuat website bisnis Anda bisa lebih baik lagi.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!